Sebagai pemerintah daerah, pihaknya mengaku tidak berwenang mengurusi pembangunan di wilayah perbatasan, karena merupakan kewenangan pusat. Pemprov NTT sebatas membantu masyarakat dengan program-program pro-rakyat.
Dia meminta masyarakat untuk bersabar, karena pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla berjanji akan memberikan perhatian kepada daerah-daerah perbatasan. Pihaknya sudah mengusulkan desain pembangunan daerah perbatasan.
"Kita tinggal menunggu respond dan hampir semua kementerian merespond bagus. Walau memang (pembangunan) tidak semerta merta seperti yang sekarang dilakukan oleh Timor Leste," pungkasnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengunjungi wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste di Atambua, Kabupaten Belu jelang akhir 2014. Dalam kunjungannya, Jokowi berjanji akan memperbaiki fasilitas dan kualitas pelayanan di sana.
Ada lima kabupaten di NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, yakni Alor, Kupang, Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka. Sedangkan wilayah Rote dan Sabu berbatasan dengan Australia.
(Risna Nur Rahayu)