Sedangkan pihak Jepang menolak semua tuduhan tersebut dan mengingkari adanya kejahatan perang terhadap warga negara yang mereka duduki. Pemerintah Jepang memilih untuk hanya mengakui sejarah versi mereka. Hal itu sangat dibenci oleh Korsel dan China.
“Salah satu faktornya adalah warga Korsel mengkritiki Jepang dan warganya berada dalam kerangka pemahaman sejarah dan sengketa wilayah mereka, sementara warga Jepang menolak secara tegas kritik dari Korsel ini,” tulis Presiden Tokyo Geron Yasushi Kudo, sebagaimana dilansir dari Russia Today, Selasa (2/5/2015).
Jepang memiliki isu serupa dengan negara tetangganya China, yang juga berada dalam hubungan yang kurang harmonis.
Untuk isu terbaru, warga Korsel tampaknya waspada dengan peningkatan kapasitas militer Jepang sebagai bagian dari new nationalism Perdana Menteri Shinzo Abe. Isu ini membuat 58 persen dari responden menganggap Jepang membawa ancaman militer bagi negara mereka, lebih besar dari 38 persen responden yang khawatir akan ancaman militer dari China.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.