Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula dari permasalahan di dalam ruang karaoke lalu berlanjut pada adu mulut di luar ruang. Puncaknya terjadi pengeroyokan di area parkir. Keempat korban mengalami luka lebam parah di muka. Sesaat setelah kejadian mereka dilarikan ke RS dr Oen Solo Baru. Atas pertimbangan tertentu para korban dirujuk ke RSUD dr Moewardi, Jebres, Solo.
Sementara itu, Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol (Inf) Riyanto, menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. Menurut dia, peristiwa itu tidak mencerminkan perilaku anggota TNI sejati. Seharusnya anggota TNI dapat menjaga kondusivitas keamanan wilayah. “Bukan malah mengganggu kondusivitas,” kata Riyanto.
Dia mengaku sempat menyaksikan rekaman CCTV yang merekam peristiwa tersebut. Menurut dia adegan yang terekam tidak jelas karena lokasi kejadian saat itu gelap.
Diberitakan sebelumnya, empat anggota TNI AU dikeroyok puluhan oknum anggota Kopassus di area parkir Karaoke Bima, Solo Baru, Minggu 31 Juni 2015. Dalam peristiwa itu, Serma Zulkifli, anggota Bintara Sarban Dislog Derma Mabes AU tewas dikeroyok.
(Fahmi Firdaus )