Share

Perampok Bus Tembak Dirinya Sendiri

Kamis 18 Juni 2015 00:26 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 18 340 1167196 perampok-bus-tembak-dirinya-sendiri-sZ931NcGxi.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

KAYUAGUNG - Karena takut ditembak mati Jajaran Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Qulub (30) salah satu dari lima pelaku perampokan bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) jurusan Palembang-Tulung Selapan, nekat menembak bahunya sendiri.

Aksi ini dilakukannya karena takut diberikan tindakan tegas oleh polisi saat digerebek di rumahnya Desa Bukit Batu, Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI. Saat ini tersangka dirawat di Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) Palembang.

"Tersangka beberapa kali kita gerebek di rumahnya, tetapi dia selalu lolos, pada hari Selasa 17 Juni yang lalu tersangka kembali kita gerebek di rumahnya tetapi dia kabur. Saat kita temukan ternyata tersangka sudah tergeletak dengan luka tembak di bahunya, dia mengaku telah menembak tubuhnya sendiri karena takut ditangkap," kata Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain melalui Kasatreskrim AKP Dikri Olfandi.

Menurut Dikri, tersangka langsung dilarikan ke RSMH karena keadaanya kritis. "Tersangka belum sempat dimintai keterangan, sekarang masih dirawat di Palembang, sehingga kita belum tau siapa-siapa empat teman tersangka yang diajak melakukan perampokan terhadap Bus AKDP Tulung Selapan, sampai menembak kepala sang sopir hingga tewas dan melukai satu penumpang itu," jelasnya.

Selama ini tersangka bersembunyi di kebun yang berada di Bukit Batu, tetapi sesekali pulang ke rumah. "Saat mengetahui polisi datang untuk menangkapnya, tersangka selalu berhasil kabur, selain terlibat kasus 365 (perampokan) terhadap bus AKDP, tersangka juga terlibat penganiayaan terhadap warga Desa Rambai Pangkalan Lampam pada 2014 lalu," timpal Kasat.

Sementara menurut Kapolsek Pampangan AKP Akagani, tersangka Qulub, memang pernah dilaporkan oleh warga Desa Rambai, karena kasus penganiayaan. "Kita hanya memproses kasus penganiaannya saja. Sementara kasus perampokan terhadap Bus AKDP diambil alih oleh Polres OKI," tukasnya.

Seperti diketahui perampokan terhadap Bus AKDP Tulung Selapan-Palembang, terjadi Senin 30 Maret sekitar pukul 07.30 WIB Jalan Poros antara Desa Air Rumbai dengan Desa Air Pedaro, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI.

Saat itu Bus BG 7374 AC yang disopiri Ayik, memuat sebanyak 12 penumpang dari Tulung Selapan tujuan Palembang. Saat bus melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tiba-tiba dari dalam kebun karet langsung muncul lima orang membawa senajata dua pucuk laras panjang dan tiga pucuk pistol revolver.

Pelaku memakai penutup wajah (sebo) agar tidak dikenali penumpang. Salah satu pelaku menembak sopir dari kaca sebelah kanan, tembakan tersebut mengenai dada kiri sopir. Setelah berhasil memberhentikan bus, pelaku naik ke bus dan langsung menembak kepala sopir hingga tewas di TKP.

Setelah sopir berhasil dilumpuhkan para perampok ini langsung meminta paksa barang-barang berharga milik para penumpang. Bahkan satu penumpang atas nama Ajat bin Aji Rapik (30) warga Penangguan Duren yang duduk di sebelah kiri sopir juga ditembak di bahu kanan, saat ini dirawat di Rumah Sakit BARI Palembang.

Para pelaku mengancam penumpang lain memakai senjata api, para penumpang ketakutan dan menyerahkan barang-barang miliknya seperti ponsel, dompet, bahkan tas. Setelah berhasil mengambil barang-barang penumpang, kawanan perampok itu langsung lari ke dalam perkebunan karet. (Sindonews)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini