WASHINGTON - Data para pengguna dicuri dari Ashley Madison, sebuah situs kencan untuk orang yang sudah menikah yang ingin menyeleweng dari pasangannya. Peretas komputer mengatakan mereka mendapatkan berbagai informasi rahasia, antara lain tentang fantasi seksual dari para pengguna serta transaksi kartu kredit.
Sebagaimana diberitakan BBC, Rabu (22/7/2015), operator situs membenarkan ada yang masuk ke dalam jaringan namun tidak menjelaskan seberapa besar peretasan itu.
Para peretas, yang menyebut dirinya Tim Impak, mengatakan mereka juga berhasil mengambil nama dan alamat rumah dari pengguna, termasuk mereka yang sebelumnya membayar agar akun mereka dihapus dari situs tersebut.
Orang boleh menyembunyikan profil diri secara gratis namun harus membayar USD19 atau sekira Rp254 ribu untuk menghapusnya. Namun, para peretas komputer mengatakan layanan menghapus profil itu sebagai sesuatu yang omong kosong karena beberapa informasi pribadi masih tetap disimpan.