Sebab itu, lantaran perbedaan doktrin, lanjut Fuad, hal tersebut tak akan mendapat restu dari Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Terlebih, masyarakat juga bisa menyalahkan Raider TNI jika pelatihan itu terjadi.
"Doktrin tidak boleh. Tidak memungkinkan kalau Brimob dilatih Raider. Bisa disalahkan masyarakat kita. Masak Brimob dilatih Raider? Panglima juga tidak akan setuju," pungkasnya.
Seperti diketahui, Kapolri telah mengirimkan surat bernomor B/3303/VII/2015 tertanggal 15 Juli 2015. Dalam surat tersebut, Badrodin itu meminta agar Brimob berlatih Raider di Pusdik Passus.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.