Kemudian jenis Ophistotropis rugosus berhabitat di dataran menengah terutama pada sungai kecil berair dangkal dan jernih dengan suhu sejuk.
Ular tersebut saat ini termasuk langka karena jarang ditemukan seperti jenis lainnya.
Ular ini pertama kali ditemukan oleh peneliti asal Belanda pada 1917 lalu, kemudian peneliti dari LIPI menemukan tiga ekor pada beberapa tahun ke belakang di Kayu Tanam.
Terakhir peneliti dari Biologi Universitas Andalas menemukannya beberapa ekor di Hutan Bukit Barisan dan Lubuk Minturun.
“Meski ada kemungkinan memiliki kemiripan dengan jenis di tempat lain namun secara karakteristik tentunya berbeda,” ujar Fachrul.