Dia mengatakan, negara itu akan tetap menerima umat Islam yang memang ingin pindah ke Slovakia. Mereka juga akan memastikan Muslim yang mengungksi tidak akan mendapat tekanan dan diskriminasi apa pun di sana.
Meski begitu, Netik menegaskan negaranya tidak akan menerima pencari suaka yang hanya melihat Slovakia sebagai negara transit tanpa keinginan untuk menetap di sana. Dia mengatakan, Slovakia hanya memberikan solidaritas palsu jika menerima orang-orang seperti itu.
Meski telah ada penjelasan dari Netik, pernyataan tersebut tidak urung menerima protes keras dari Uni Eropa yang menganggap sikap Slovakia tetap merupakan sebuah diskriminasi. Sekretaris Jenderal Dewan Eropa, Thorbjorn Jagland, segera menuntut Slovakia menarik kembali sikap mereka tersebut.
“Menolak pengungsi atas dasar agama jelas-jelas merupakan sebuah diskriminasi. Di saat krisis pengungsi seperti ini, tidak ada tempat bagi xenophobia dan diskriminasi. Eropa harus menunjukkan solidaritas bagi orang-orang yang rentan ini,” kata Jagland.
Selain Slovakia, sikap yang sama juga diambil Republik Ceko. Presiden Milos Zeman telah menyatakan negaranya lebih memilih imigran Kristen dibandingkan Muslim.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.