Dirinya menambahkan, pengiriman jet tempur F-22 ini adalah bentuk komitmen kuat AS terhadap sekutu-sekutunya.
Jet tempur F-22 diketahui merupakan pesawat generasi kelima yang memiliki kemampuan mode siluman, dan mampu melakukan menjatuhkan bom misil untuk penyerangan darat. Selain itu, jet tempur ini juga dapat melakukan duel udara dengan sangat baik.
Sebagaimana diberitakan pada Rabu 19 Agustus 2015, AS dan NATO sejatinya telah melakukan latihan udara gabungan yang diikuti oleh 11 negara. Latihan gabungan itu diklaim sebagai yang terbesar sejak berakhirnya Perang Dingin.
Pihak militer AS mengatakan, puncak latihan tersebut akan berlangsung pada 26 Agustus ketika pesawat-pesawat tempur sekutu akan menerjunkan lebih dari 1.000 pasukan dan peralatannya ke daerah pelatihan di Hohenfels, Jerman.
(Hendra Mujiraharja)