Ia menjelaskan, saat ini memang ada perbedaan penulisan dan pengujaran dalam bahasa Osing itu sendiri. Ia menyontohkan, kata Osing sendiri berdasarkan Kamus bahasa itu juga perlu diluruskan. Sebenarnya, kata 'Osing' menggunakan awalah huruf 'U' bukan 'O' seperti yang terjadi saat ini.
"Memang ada perbedaan dalam penulisan dan pengujaran. Oleh karena itu, kami dari DKB sedang membahas soal ini. Nah, secara kebetulan ada yang muncul nama Tuhan itu yang juga warga Banyuwangi," kata Samsudin.
Dari diskusi kecil-kecilan yang digelar itu, akan menelusuri asal usul Tuhan ini ke tempat tinggalnya. Siapa tahu orang tuanya memberikan nama lain hingga tercatat nama Tuhan yang kemudian menjadi heboh.
"Kemungkinan besar ada gejala bahas. Saat ini DKB sedang melakukan penelusuran. Sedangkan, terkait efek lain dari nama Tuhan kita serahkan ke yang berwenang dalam hal ini Pemerintah," pungkasnya. (raw)
(Rizka Diputra)