Pada Agustus 2012, pemerintah Prancis mengatakan telah menyetujui dimulainya penyelidikan dugaan pembunuhan pada meninggalnya Arafat.
Lalu, pada November 2012, makam Arafat dibongkar dalam rangka penyelidikan forensik.
Setahun kemudian, laporan forensik dari Vaudois University Hospital Centre (CHUV) di Swiss mengatakan tes yang dilakukan pada jenazah menunjukkan "kandungan polonium-210 yang cukup tinggi", yang "cukup" mendukung dugaan bahwa Arafat diracuni.
Banyak warga Palestina dan lainnya percaya bahwa Israel meracuni Arafat. Israel sejauh ini konsisten membantah keterlibatannya.
(Retno Wulandari)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.