Dampak kejadian tersebut, kata dia, banyak jamaah asal Bengkulu trauma. Hal tersebut karena saat kejadian jamaah asal Bengkulu berdekatan dengan lokasi kejadian.
''Jamaah kita trauma, karena saat kejadian mereka dekat dengan lokasi," tegas Junaidi.
Diketahui pada Jumat kemarin sekira pukul 17.10 waktu setempat, hujan lebat disertai angin kencang dan petir melanda Makkah selama hampir satu jam membuat banyak pohon tumbang dan kaca pecah pada sejumlah bangunan seperti hotel dan pertokoan.
Selain itu, jalan-jalan tergenang air dan sejumlah terowongan ditutup karena khawatir ada kendaraan terjebak banjir di terowongan tersebut. Akibatnya, setelah hujan reda, kemacetan terutama akses menuju Masjidil Haram tidak bisa terhindarkan.
Sejauh ini, jumlah korban meninggal dunia akibat jatuhnya crane di komplek Masjidil Haram, Kota Makkah, Arab Saudi bertambah menjadi 107 orang. Sedangkan 238 calon jamaah haji lainnya mengalami luka-luka.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.