Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

DPR: ISIS Sedang Mainkan Skenario, Indonesia Harus Waspada

Gunawan Wibisono , Jurnalis-Sabtu, 14 November 2015 |14:21 WIB
DPR: ISIS Sedang Mainkan Skenario, Indonesia Harus Waspada
Ketua Komisi I DPR Mahfud Sidiq (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, mengecam aksi teror penembakan di restoran, penyanderaan di gedung konser, dan serangan bom di bar dan stadion sepak bola di Paris, Prancis.

Menurutnya, kasus pembantaian di Paris adalah tindakan teror yang keji. Di mana objek sasarannya adalah warga sipil. Kata Mahfudz, hal itu jelas merupakan teror kepada negara Prancis juga, bagaimana pada saat teror tersebut, Presiden Prancis Francois Hollande sedang berada di lokasi.

"Namun yang harus dikritisi bahwa pelaku benar dari ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) maka ini adalah bagian dari skenario untuk menarik negara-negara Eropa untuk masuk terlibat dalam konflik bersenjata di Timur Tengah. Setelah Rusia sekarang terlibat secara militer," ujar Mahfudz dalam keterangan tertulisnnya kepada Okezone, Sabtu (14/11/2015).

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, kelompok ISIS memang sarat dengan campur tangan dan kepentingan sejumlah negara. Pola konflik kawasan yang sedang terjadi di Timur Tengah memang akan terus diperluas ke berbagai negara lain.

"Kita semua tahu bahwa proses awal konflik di Timur Tengah telah melibatkan AS (Amerika Serikat) dengan intervensinya ke Irak untuk jatuhkan rezim Saddam Husain. Dan itu berlanjut ke beberapa negara lainnya seperti Libya, Suriah dan Yaman," katanya.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus memahami dan menyikapi situasi dan kondisi atas teror yang sudah masuk ke eropa ini.

"Karena pola konflik ini akan terus diperluas termasuk ke kawasan Asia Barat, Asia Selatan dan kemudian Asia Tenggara. Di kawasan Asia Timur juga sudah menghadapi potensi konflik kawasan yaitu isu Laut China Selatan. Jika kedua pola konflik kawasan ini bertemu maka layak kita memproyeksi terjadinya konflik baru yang sangat besar," pungkasnya.

(Fiddy Anggriawan )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement