PM Jepang Minta Patung Jugun Ianfu di Korsel Dihilangkan

Silviana Dharma, Okezone · Kamis 19 November 2015 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 19 18 1252478 pm-jepang-minta-patung-jugun-ianfu-di-korsel-dihilangkan-RCZsTcFVEh.jpg Ini adalah patung Jugun Ianfu yang dipasang di depan Kedutaan Besar Jepang di Seoul (Foto: North County Public Radio)

TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memutuskan untuk menghilangkan patung pelayan seks di era Perang Dunia II atau Jugun Ianfu, di depan Kedutaan Besar Jepang di Korea Selatan. Pasalnya, patung setinggi 1,2 meter itu dianggap sebagai perlambangan perbudakan seks pada zaman penjajahan Jepang.

Abe menginginkan pihak Korsel memindahkan patung itu, sebagai satu syarat kelancaran proses resolusi soal jugun ianfu antara Jepang dan Korsel.

Sejak diletakkan LSM Korsel pada Desember 2011, kontroversi tentang patung perempuan muda berambut pendek yang duduk di bangku mengenakan hanbok (baju tradisional Korea), diiringi bayangan perempuan tua di bawah kakinya terus bermunculan. Total 21 patung serupa didirikan pemerintah Korsel sejak saat itu.

Menurut Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, patung itu merupakan yang pertama didirikan sebagai peringatan akan penderitaan wanita Korea saat masih dikuasai Jepang.

Dia menilai, daripada pemerintah Jepang repot-repot memindahkan patung, lebih baik Jepang menebus kesalahannya dengan memberikan bantuan dana kepada para korban yang masih hidup.

Sementara menurut Abe, seluruh ganti rugi sudah diberikan sebelum 1965, saat kedua Negara sepakat menjalin kerja sama bilateral dan memperbaiki hubungan diplomatiknya. Seperti diketahui, Jepang pernah menginvasi Korea pada 1910-1945.

Seperti dilansir dari Asahi Shimbun pada Kamis (19/11/2015), kini hanya tersisa 47 orang korban pemuas nafsu tentara Jepang selama penjajahan di Semenanjung Korea yang masih hidup di Korsel.

Selain kompensasi bagi para korban, pemerintah negeri ginseng itu juga menuntut Abe mengirimkan surat pribadi yang berisi permohonan maaf kepada para korban.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini