Melihat keberadan truk tangki tersebut, kedua siswi SMP itu lantas ragu-ragu menyebrang dan sempat berhenti di tengah jalan. Sopir truk yang melihat kedua siswi SMP berhenti lantas gugup dan membanting stir ke kiri. Di saat bersamaan pula kedua siswi SMP itu melanjutkan penyebrangannya hingga tabrakan tak terelakkan.
"Usai menabrak kedua siswi SMP itu, mobil tangkinya terperosok ke parit dan menabrak tiang teras warung punya Kila (Paman) Saragih," ujar Ancen Ketaren, salah seorang warga.
Kapolsek Pancurbatu, Kompol Frido Gultom saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa nahas itu. Ia mengaku masih melakukan penyidikan atas kasus tersebut.
"Ini masih kita periksa saksi-saksi. Kita ingin tahu pasti apakah kedua korban hendak menyebrang dari kiri atau dari kanan. Fakta itu penting untuk melihat ada tidaknya faktor kelalaian dari kecelakaan ini," ujarnya.
(Susi Fatimah)