Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menteri Penyatuan Dua Korea Saling Tawarkan Kerja Sama

Silviana Dharma , Jurnalis-Jum'at, 11 Desember 2015 |12:46 WIB
Menteri Penyatuan Dua Korea Saling Tawarkan Kerja Sama
Zona Industri Kaesong, Korea Utara. (Foto: VOVWorld)
A
A
A

SEOUL - Wakil Menteri Penyatuan Korea dari Korea Selatan Hwang Boogi dan Utusan dari Korea Utara Jon Jong Su bertemu hari ini, Jumat (11/12/2015) untuk mendiskusikan peningkatan hubungan baik antarkedua negara dan melanjutkan proyek kerja sama. Salah satunya mengenai kerja sama soal tur lintas perbatasan, yang proyeknya sempat terhenti di tengah jalan akibat meningkatnya ketegangan antara kedua negara selama hampir enam tahun.

“Agenda pembicaraan untuk hari Jumat akan membahas soal isu-isu yang bisa meningkatkan hubungan antara (Korea) Utara dan (Korea) Selatan,” terang pemerintah Korsel, sebagaimana dilansir dari Reuters, Jumat (11/12/2015).

Pertemuan ini merupakan forum diskusi tingkat tinggi pertama bagi kedua negara menanggapi berbagai isu terkait perjanjian pada Agustus, yang berakhir kebuntuan dan saling tuding senjata. Tembakan artileri pun riuh berseliweran melintasi perbatasan mereka.

Korut diharapkan bersedia membuka jalur tur lintas perbatasan dari Korsel ke tempat wisata Gunung Kumgang, yang merupakan salah satu destinasi pariwisata paling menguntungkan bagi kas Korut. Perjalanan wisata ke gunung tersebut telah ditangguhkan sejak 2008.

Dalam kesempatan ini, Seoul juga diharapkan dapat bernegosiasi dengan Pyongyang untuk memberikan kesempatan reuni bagi keluarga yang terpisah oleh perang dingin semenanjung Korea yang berlangsung lebih dari setengah abad yang lalu.

“Jika disetujui, maka anggota keluarga yang terpisah ini rencananya akan dapat bertemu secara teratur, di mana lebih dari 60 ribu orang yang sebagian besarnya orang tua hingga kini masih mencari kerabat mereka di Utara,” ungkap pemerintah Korsel.

"Antara Selatan dan Utara, ada banyak masalah untuk dibahas dan diselesaikan. Kami akan melakukan yang terbaik untuk bekerja sama dengan mereka selangkah demi selangkah," tegas Hwang, Ketua Delegasi Korea Selatan kepada wartawan sebelum naik bus melintasi perbatasan melalui jalur darat ke Kaesong.

Zona industri di Kaesong yang didirikan pada 2002 adalah megaproyek kerja sama terakhir yang tersisa bagi kedua negara. Letak zona industri sekira 10 kilometer dari zona demiliterisasi Korea dan terhubung dengan jalan dan kereta api dengan Korea Selatan. Di taman ini, perusahaan Korea Selatan diperbolehkan untuk memanfaatkan tenaga kerja murah yang terdidik, handal, dan fasih berbahasa Korea, dan sebagai gantinya Korea Utara memperoleh devisa.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement