Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wartawan di Batam Dikeroyok Sekawanan Preman

Muhammad Bunga Ashab , Jurnalis-Jum'at, 25 Desember 2015 |14:45 WIB
Wartawan di Batam Dikeroyok Sekawanan Preman
Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

BATAM – Seorang wartawan, Pridanna Putra Tampi (23), di Kecamatan Sagulung, Kabupaten Batam, Provinsi Kepulauan Riau menjadi korban penodongan dan pengeroyokan sekawanan preman.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada Kamis 24 Desember 2015, sekira pukul 21.30 WIB. Pada saat itu, korban tengah bersama rekannya Mairiyanda di kawasan Tunas Regency, Kelurahan Seibinti.

Korban yang akrab disapa Danna tengah duduk-duduk bersama temannya, tiba-tiba dua orang pelaku datang dan meminta uang kepadanya. Spontan Danna langsung menolak memberikan uang. Apalagi preman itu masih tergolong anak baru gede (ABG). Lantaran tidak dikasih uang, pelaku datang lagi bersama teman-temanya tiga orang lagi. Kemudian langsung memukuli korban tanpa ada alasan jelas.

"Saya nolak ngasih uang pas mereka (pelaku) minta uang. Mereka minta uang buat tambahan beli minuman (alkohol)," kata Danna di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Jumat (25/12/2015).

Danna mengatakan, ia tidak dapat berbuat banyak karena kalah jumlah, apalagi teman wanitanya juga ikut dilukai oleh para kawanan preman tersebut. Beruntung warga sekitar segera menolongnya sehingga tidak memperparah kondisinya. Apalagi para pelaku sudah sempat mengeluarkan senjata tajam (sajam).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian mata sebelah kanan setelah ditendang para pelaku. Tidak hanya itu sekujur tubuhnya juga dipukuli pelaku. "Kalau tidak datang warga sekitar. Saya tak tahu lagi seperti apa. Saya lihat mereka sudah keluarkan pisau," ucapnya.

Danna berharap, polisi segera menangkap para pelaku, karena setelah kejadian ia langsung melaporkannya ke Polsek Sagulung. Danna mengakui, selama ini aksi tindakan kriminal, seperti pemalakan dan penjambretan sudah sering terjadi di kawasan Tunas Regency. Kalau para pelaku ini dibiarkan berkeliaran, tentu masyarakat tidak merasa aman saat beraktivitas atau keluar dari rumah.

"Saya ingin pelaku ditangkap. Kalau tidak akan banyak masyrakat yang menjadi korban," ujar Danna.

Sementra, Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan saat dikonfirmasi enggan berkomentar. "Jangan dulu dikonfirmasi sekarang," kata Chrisman melalui sambungan telepon.

(Fransiskus Dasa Saputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement