Saat ini, keris Kiai Bontit yang asli tak dipamerkan dan disimpan secara khusus oleh Paku Alam yang bertahta. Mangunkusuma mendeskripsikan keris itu memiliki dhapur Sabuk Inten dengan 13 lekukan. Di bilahnya terdapat pamor (motif) Beras Wutah. Warangka (sarung) keris Kiai Bontit lebih panjang dari umumnya agar dapat disematkan di sisi pinggang.
Sama seperti keris pusaka lain, Mangunkusuma mengatakan keris ini juga dipercaya memiliki kesaktian. Namun kesaktian itu hanya bisa digunakan oleh sosok yang sudah mengisi ruhnya dengan nilai-nilai luhur dalam agama.
“Kalau jiwanya tidak terisi maka keris ini hanya sebilah besi biasa,” imbuh dia.
Di Jumenengan hari ini, sesepuh Pakualaman akan menjadi orang yang menyematkan pusaka ini ke pinggang Suryodilogo. Penghageng Kadipaten Pakualam Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Indrokusumo mengatakan saat Kiai Bontit resmi terselip maka resmi sudah Suryodilogo berganti nama menjadi KGPAA Paku Alam X.
“Makanya tidak sembarang orang bisa memakai keris ini, hanya Paku Alam yang sah yang diperkenankan mengenakannya,” kata dia.
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.