INSIDEN (Laut) Aru. Begitu pihak Koninklijke Marine (Angkatan Laut Belanda) menyebut pertempuran malam di Laut Arafuru 15 Januari 54 tahun silam. Belanda menuduh insiden itu merupakan buntut dari upaya Indonesia untuk menginvasi Irian Barat yang saat itu masih dalam genggaman Belanda.
Ya, tahun 1962 saat itu Indonesia dan Belanda tengah “panas-panasnya” berseteru soal status Irian Barat. Disebutkan buku ‘Between the Tides’, Belanda kala itu masih punya sekira 7.500 personel pasukan. Indonesia pun merancang wacana untuk mendaratkan sejumlah personel dan relawan.
Upaya itu mendapat penghadangan dari sedikitnya tiga kapal perang Belanda, “Evertsen”, “Kortenaer”, dan “Utrecht” yang dibantu pesawat patroli Maritim Lockheed P-2 Neptune dalam peristiwa Pertempuran Laut Aru itu.
Jelas tiga kapal torpedo cepat macam KRI Matjan Tutul, KRI Matjan Kumbang dan KRI Harimau bukan lawan yang terbilang sebanding. Alhasil, pertempuran tak berimbang terjadi pada Senin malam, 15 Januari 1962, di mana dua kapal Indonesia berhasil meloloskan diri.