Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pertempuran Aru: Tuduhan Belanda & Bantahan Jenderal Yani

Randy Wirayudha , Jurnalis-Jum'at, 15 Januari 2016 |16:14 WIB
Pertempuran Aru: Tuduhan Belanda & Bantahan Jenderal Yani
KRI Matjan Tutul 650 (Foto: Wikipedia)
A
A
A

INSIDEN (Laut) Aru. Begitu pihak Koninklijke Marine (Angkatan Laut Belanda) menyebut pertempuran malam di Laut Arafuru 15 Januari 54 tahun silam. Belanda menuduh insiden itu merupakan buntut dari upaya Indonesia untuk menginvasi Irian Barat yang saat itu masih dalam genggaman Belanda.

Ya, tahun 1962 saat itu Indonesia dan Belanda tengah “panas-panasnya” berseteru soal status Irian Barat. Disebutkan buku ‘Between the Tides’, Belanda kala itu masih punya sekira 7.500 personel pasukan. Indonesia pun merancang wacana untuk mendaratkan sejumlah personel dan relawan.

Upaya itu mendapat penghadangan dari sedikitnya tiga kapal perang Belanda, “Evertsen”, “Kortenaer”, dan “Utrecht” yang dibantu pesawat patroli Maritim Lockheed P-2 Neptune dalam peristiwa Pertempuran Laut Aru itu.

Jelas tiga kapal torpedo cepat macam KRI Matjan Tutul, KRI Matjan Kumbang dan KRI Harimau bukan lawan yang terbilang sebanding. Alhasil, pertempuran tak berimbang terjadi pada Senin malam, 15 Januari 1962, di mana dua kapal Indonesia berhasil meloloskan diri.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement