Sementara satu kapal lainnya, KRI Matjan Tutul yang membawa Wakil Panglima I ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia), Komodor Yosaphat “Yos” Sudarso, tewas tenggelam bersama 20 anak buahnya.
Terkait kabar itu, Kepala Staf KOTI (Komando Tertinggi) kala itu, Mayjen Ahmad Yani di Jakarta disebutkan sangat mencemaskan laporan yang belum diterimanya dengan lengkap tersebut.
Dalam buku ‘Profil Seorang Prajurit TNI’, Jenderal Yani tak bisa tidur semalaman, keluar-masuk kamar tidur, hingga akhirnya sebuah telefon berdering.
Dari laporan telefon itu, Jenderal Yani pun mengetahui dengan lengkap insiden yang menewaskan Komodor Yos Sudarso. Sidang tertutup pun digelar selama sekira satu seperempat jam.