Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pertempuran Aru: Tuduhan Belanda & Bantahan Jenderal Yani

Randy Wirayudha , Jurnalis-Jum'at, 15 Januari 2016 |16:14 WIB
Pertempuran Aru: Tuduhan Belanda & Bantahan Jenderal Yani
KRI Matjan Tutul 650 (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Sementara di Den Haag, AL Belanda segera melancarkan tuduhan bahwa Indonesia akan melecut konflik dengan invasi ke Irian Barat.

“Kapal-kapal perang Indonesia menuju pantai Irian Barat, telah melepaskan tembakan kepada kapal-kapal Belanda,” seru pernyataan Den Haag seperti dikutip buku ‘Sukarno, Tentara, PKI: Segitiga Kekuasaan Sebelum Prahara Politik 1961-1965’.

“Dalam pertempuran yang kemudian terjadi, sebuah kapal cepat torpedo (MTB) Indonesia terbakar. Belanda menangkap awal kapalnya yang mencoba menyelamatkan diri. Jumlah yang tertangkap dua kali lebih besar dari awak kapal normal untuk MTB. Hal ini menunjukkan Indonesia berusaha mendarat di Irian Barat,” begitu pernyataan Den Haag.

Jelas datang bantahan oleh Jenderal Yani yang juga selaku juru bicara Staf Operasi Irian Barat, untuk menyanggah tudingan Belanda di atas. “Tidak benar Indonesia mencoba invasi dan pendaratan,” seru Jenderal Yani pada keterangan persnya kala itu.

“Tidak mungkin jika saudara-saudara melihat tipe kapalnya saja. MTB bukan imbangan terhadap kapal-kapal perusak Belanda itu. Andaikata kita mau menyerang, tentu kekuatan yang kita kerahkan paling tidak mesti seimbang dengan apa yang mereka ajukan,” tandasnya.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement