Saat penggeledahan yang berlangsung sekitar satu jam itu, mess karyawan yang terdiri sekitar 18 kamar itu terlihat sepi. Karyawan dan keluarga mereka tidak diperkenankan mendekati lokasi penggeledahan kamar yang berada paling ujung tersebut.
Hendra membenarkan sejumlah benda diamankan, namun dia memastikan benda-benda tersebut tidak terkait kegiatan teroris. Juga tidak ada buku-buku terkait paham atau aksi terlarang tertentu.
"Karena yang bersangkutan mekanik, jadi banyak benda-benda rakitan, kabel dan bukunya. Tidak ada benda-benda yang mencurigakan," jelas Hendra.
Hendra yakin Dian sudah menjadi target sejak lama namun keburu menghilang. Saat di Sampit, aktivitasnya tidak ada tanda-tanda mengarah pada terorisme, sehingga diduga dia mulai aktif melaksanakan aktivitas terlarang setelah ke luar dari Sampit, meski diduga sudah mulai terlibat jaringan teroris.
Polres Kotawaringin Timur kini meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan ada teroris. Masyarakat diminta ikut waspada dan melaporkan jika ada orang atau kelompok yang mencurigakan. (ant)
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.