SOLO - Nama Bahrun Naim di mata keluarga Juniedi barang kali sudah tak asing lagi. Pria 32 tahun yang diduga kuat menjadi otak pelaku teror di Ibu Kota Jakarta itu tak hanya dikenal sebagai tukang ceramah agama, namun juga jago servis komputer, bikin program komputer, dan blog.
“Selama di Rutan Solo, Bahrun ini sangat jenius sekali dalam hal komputer dan bikin blog. Ia bahkan diperbantukan di bagian komputer di Rutan kala itu,” kisah Juniedi, staf Rutan Kelas I Solo, saat ditemui Solopos.com di Sumber, Banjarsari, Solo, Sabtu (16/1/2016).
Bahrun Naim hanya menjalani hukuman di Rutan Solo pada 2011-2012 atas kasus penyimpanan ratusan butir amunisi ilegal di indekosnya. Sebab, setelah 2/3 masa hukuman, ia mengajukan pembebasan bersyarat.
Selama di penjara itulah, Bahrun kerap berinteraksi dengan Juniedi yang sehari-hari bertugas di bagian bimbingan kegiatan Rutan Solo untuk calon wirausaha para terpidana. Dipertemukan dengan Bahrun, kata Juniedi, justru membuatnya merasa minder. Sebab, ia merasa sangat ketinggalan jauh ilmunya dengan Bahrun di bidang komputer dan teknologi.
“Kami sempat dibikinkan blog juga. Kami juga diajari teknologi internet, tapi saya enggak nyandak [ilmu saya tak sampai],” akunya tersenyum.