Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Muara Sungai Tertutup, Warga Ulim Menderita karena Banjir

Salman Mardira , Jurnalis-Minggu, 17 Januari 2016 |12:31 WIB
Muara Sungai Tertutup, Warga Ulim Menderita karena Banjir
Foto: Salman Mardira/Okezone
A
A
A

Menurut seorang warga, Razali, Sungai Ulim tak mampu lagi menampung debit air terlalu banyak, karena kualanya sudah tertutup. "Sehingga sirkulasi air sungainya sudah tidak lancar karena gak bisa langsung dibuang ke laut. Arusnya harus mengitari ke Kuala Pasi Aron dulu di (Kecamatan) Jangka Buya dulu yang jaraknya sampai 4 kilometer baru tembus ke laut," ujarnya.

Setiap kali banjir, dampaknya adalah tergenangnya lahan-lahan sawah warga yang sudah ditanami padi. Tambak-tambak ikan di desa-desa pesisir ikut terkena imbas.

Safri, seorang petani tambak di Meunasah Bueng mengatakan, tak terhitung lagi kerugian yang mereka alami akibat banjir. "Tahun lalu sudah mau panen, pas banjir tambaknya tergenang (udangnya) habis semua ke laut," sebutnya.

Senada juga diungkap Mursyidah, petani di Desa Meunasah Pupu. "Kemarin itu bibit padi sudah disemai begitu banjir habis semua, harus disemai balik (kembali-red). Banjir hari ini masih mending gak merendam semua sawah," sebutnya.

Selain berdampak pada banjir, tertutupnya mulut kuala Sungai Ulim juga berimbas serius pada puluhan hektare tambak warga. Mereka kesulitan untuk mengairi air asin dari laut ke tambak-tambaknya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement