Gembong Narkoba Paling Berkuasa di Dunia (Bagian II-Habis)

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 21 Januari 2016 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 21 18 1293343 gembong-narkoba-paling-berkuasa-di-dunia-bagian-ii-habis-cWGkCzqJvz.jpg Ilustrasi. Gembong narkoba paling berkuasa di dunia. (Foto: New York Legal Defense)

GEMBONG narkoba adalah raja di dunia obat-obatan terlarang. Dalam hal ini, mereka adalah orang-orang terkemuka, sekaligus harimau belang dan jagoan dalam dunia perdagangan gelap narkotika yang berkuasa atas sejumlah sindikat.

Sebelumnya telah diusut lima profil gembong narkoba terkemuka di dunia, yang terkenal akan kekejian dan kekayaannya.

Berikut adalah lima gembong narkoba lain yang tak kalah berkuasanya, dirangkum Okezone dari berbagai sumber terpercaya:

6. Griselda Blanco

Perempuan kelahiran Cartegena, Kolombia ini adalah salah satu gembong narkoba paling kejam dan berbahaya. Dia adalah salah seorang penyelundup paling lihai yang bekerja untuk kartel obat bius Medellin, Kolombia, yang mampu memasukkan berton-ton kokain ke kota-kota di Amerika Serikat (AS) seperti New York, Miami, dan California.

Sang “Cocaine Godmother” menguasai dunia bawah tanah dan perdagangan kokain di Miami, AS dari 1970-an sampai awal 1980-an. Selama masa itu, dia terlibat dalam perang obat bius Miami dan diduga telah memerintahkan atau melakukan lebih dari 200 pembunuhan.

Pada 1975, agen federal AS berhasil mengagalkan pengiriman kokain seberat 150 kilogram dan menjatuhkan dakwaan kepada Griselda dan 30 anak buahnya atas tuduhan penyelundupan. Dia sempat melarikan diri ke Kolombia sebelum tertangkap. Namun pada akhir 1970-an dia kembali ke Miami.

Agen badan obat bius AS (DEA) akhirnya berhasil menangkap Griselda pada 1985, dan menjebloskannya ke dalam penjara selama 10 tahun dengan tuduhan penyelundupan kokain. Usaha untuk mendakwanya dengan tuduhan pembunuhan gagal dilakukan dan pada 2004, ibu dari empat orang anak itu akhirnya kembali bebas dan segera dideportasi kembali ke Kolombia.

Tidak banyak yang diketahui tentang aktivitas Griselda pasca pembebasannya. Namun, pada 2012, dia tewas di Medellin, setelah dua buah peluru yang dilepaskan pembunuh kiriman kartel bersarang tepat di kepalanya.

7. Rick “Freeway” Ross

Sedikit berbeda dengan beberapa orang yang masuk dalam daftar ini, Ricky Donnell Ross adalah seorang pengedar obat bius yang sedikit demi sedikit membangun jaringannya hingga menjadi salah satu pengedar terbesar di AS dan disebut-sebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas demam kokain yang melanda Negeri Paman Sam pada 1990-an.

Pria kelahiran Texas, 26 januari 1960 tersebut mulai aktif mengedarkan kokain sejak usia 19 tahun. Saat itu dia menjual barangnya dengan harga jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasar yang beredar di Los Angeles, tempat dia menjalani masa SMA-nya. Hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun, namanya semakin terkenal dan penjualan kokainnya meningkat tajam.

Pada 1982, Ricky diperkirakan telah berhasil menjual kokain senilai USD3 juta per harinya dan sejak saat itu dia mendapat julukan “Freeway Ricky”.

Lucunya, semua itu dilakukan tanpa sepengetahuan sang ibu. Ia pun berhemat dan berusaha keras menghindari pengeluaran yang berlebihan. Oleh karena itulah, sebagian besar uang hasil penjualan obat bius yang didapat dimanfaatkan untuk membeli properti dan berinvestasi di bisnis lainnya.

“Kami menyembunyikan uang kami dari ibu,” demikian kata Ricky dalam sebuah wawancara dengan Gary Webb pada akhir 1990-an.

Bisnisnya semakin besar dan meluas ke seluruh penjuru AS seperti St. Louis, New Orleans, Texas, Ohio, dan Seattle. Antara 1982 sampai 1989, Ricky diperkirakan telah menjual kokain dengan nilai mencapai USD900 juta.

Meski memiliki jaringan dan orang bayaran di kepolisian, Ricky akhirnya tertangkap setelah dia termakan operasi jebakan dengan membeli 100 kilogram kokain dari agen federal. Ricky Ross dijatuhi hukuman seumur hidup pada 1996, namun, mendapat keringanan dan dibebaskan dengan pengawasan pada 2009.

Setelah dibebaskan ersyarat, Ross ikut ambil bagian dalam beberapa film dokumenter mengenai perang dengan obat bius dan menulis auto-biografi.

8. Dawood Ibrahim Kaskar

Raja sindikat kejahatan India ini tidak hanya bergerak dalam bisnis penjualan obat bius, dia juga terlibat dalam pemalsuan uang, pembunuhan, pemerasan, dan penjualan senjata. Dia bahkan dilaporkan mendanai beberapa film di industri sinema India Bollywood

Pimpinan sindikat kejahatan D Company ini juga masuk dalam daftar 10 orang paling dicari oleh Interpol dan disebut-sebut memiliki hubungan dengan mantan pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden. Namanya juga dikaitkan dengan beberapa aksi terorisme, terutama pengeboman Mumbai (dahulu Bombai) pada 1993 yang menewaskan sedikitnya 250 orang dan beberapa serangan teror lainnya.

Dengan berbagai reputasi ini, Pemerintah AS memberikan status teroris global dan aktif memburunya. PBB bahkan diminta untuk membekukan semua aset Dawood di seluruh dunia yang jumlahnya ditaksir mencapai USD6 miliar.

Dengan kejaran dari berbagai pihak, Dawood memilih untuk bersembunyi. Pria paling dicari di India ini sempat terlacak di beberapa lokasi seperti Uni emirat Arab (UEA), dan Karachi, Pakistan. Namun, sampai saat ini dia masih buron.

9. Gilberto Rodriguez Orejuela

Gilberto dan saudaranya Miguel Rodriguez Orejuela bersama dengan Jose Santacruz Londono merupakan pendiri kartel obat bius yang berbasis di Cali, Kolombia pada 1970-an. Bermula dengan mengedarkan mariyuana, kartel ini kemudian melebarkan sayapnya dengan penyelundupan kokain.

Berbeda dengan kartel kolombia lainnya di Madelin yang dipenuhi konflik, kekerasan, dan pembunuhan, kartel Cali relatif lebih tenang dan mengandalkan penyuapan daripada pertumpahan darah. Mereka bahkan memanfaatkan pertikaian antara kartel Madelin dengan Pemerintah Kolombia dan diam-diam menumbuhkan organisasinya.

Di masa jayanya, Gilberto dan Kartel Cali menjadi pemasok dari 80 persen kokain yang beredar di AS dan 90 persen kokain di Eropa. Namun, setelah kartel Medellin hancur menyusul terbunuhnya beberapa pimpinannya, Pemerintah Kolombia mulai memalingkan perhatiannya ke arah Kartel Cali.

Pada 1995, Pemerintah Kolombia mengumumkan perang melawan kartel obat bius dan membentuk sebuah tim khusus kepolisian dengan nama ‘Search Bloc’. Peristiwa itu sekaligus menandai kemunduran yang dialami Kartel Cali.

Di tahun yang sama, Gilberto diringkus oleh polisi Kolombia dalam sebuah penggerebekan di sebuah rumah di Cali dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Setelah sempat diberi pembebasan sementara pada 2002, dia kembali ditangkap pada 2003 dan diekstradisi ke AS satu tahun kemudian.

Pada 26 september 2006, Orejuela bersaudara dijatuhi hukuman 30 tahun penjara setelah mengaku bersalah atas tuduhan penyelundupan kokain. Saat ini, Gilberto tengah menjalani masa tahanannya di Memphis, AS.

10. Pablo Escobar

Pablo Escobar mungkin merupakan gembong obat bius paling dikenal di seluruh dunia hingga saat ini. Pria berjuluk Raja Kokain ini adalah salah satu penjahat terkaya dalam sejarah dunia dengan jumlah kekayaan yang ditaksir mencapai USD100 miliar pada 1990-an.

Dengan jumlah kekayaan itu, Escobar masuk dalam daftar 10 orang terkaya di dunia, sebuah gelar yang ironis bagi seorang bos organisasi kriminal.

Putra dari Abel Jesus Escobar itu memiliki ambisi untuk menjadi seorang miliuner di usia 22 tahun. Sebelum terlibat dalam perdagangan obat bius, dia telah terlibat dalam berbagai kegiatan kriminal seperti pencurian dan penculikan.

Bisnis obat biusnya dimulai pada 1975 dengan penyelundupan kokain dari Kolombia ke Panama dan AS. Dalam waktu singkat bisnisnya berkembang pesat. Dalam melakukan bisnisnya dia melakukan penyuapan terhadap pihak berwenang, jika cara itu gagal maka pilihan berikutnya adalah menghabisi mereka.

Pada masa itu, Kartel Medelin yang dibentuk Pablo bersama dengan Jorge Luis Ochoa Vasquez menjadi kartel obat bius yang menyuplai 80 persen kokain yang diselundupkan ke AS, menghasilkan lebih dari USD60 juta per hari atau sama dengan USD22 miliar per tahunnya.

Pertikaian antara Kartel Medellin dengan Pemerintah Kolombia dimulai pada 1989 setelah pembunuhan politisi dan jurnalis Kolombia, Luis Carlos Galan. Escobar dipaksa menyerah, namun dengan pengaruh dan uang yang dimilikinya, Pablo hanya dipenjarakan di lokasi yang menjadi penjara mewah untuknya, La Catedral.

Setelah diketahui bahwa Pablo masih menjalankan bisnis obat biusnya dari La Catedral, Pemerintah Kolombia berencana untuk memindahkannya ke penjara konvensional. Berkat jaringannya, rencana ini terendus dan Pablo berhasil kabur sebelum dipindahkan.

Pelarian Escobar berakhir pada 2 Desember 1993 setelah dia terlibat dalam baku tembak dengan pasukan khusus Kolombia Search Bloc. Menderita beberapa luka tembak disekujur tubuhnya, Pablo Escobar akhirnya tewas. Orang-orang terdekatnya meyakini dia melakukan bunuh diri dengan menembak kepalanya.

Kematian raja narkotika ini menandai berakhirnya masa kejayaan Kartel Madellin di Kolombia, yang diyakini telah menewaskan sekira 5.000 orang selama menguasai pedagangan obat bius dari 1972 sampai 1993.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini