nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PBB: Produksi Kokain Pecahkan Rekor Baru

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 10:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 26 18 2071026 pbb-produksi-kokain-pecahkan-rekor-baru-Gocn3TvnIj.jpg Pemusnahan kokain di Kolombia. Foto/AFP

WINA – Laporan PBB mengatakan pada Rabu (25/6) produksi kokain di seluruh dunia mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada 2017, memecahkan rekor tahun sebelumnya yang sebesar 25 persen

Ladang-ladang baru dan geng-geng kriminal meningkatkan produksi meski ada upaya untuk menjauhkan masyarakat pedesaan untuk menanan koka menyusul kesepakatan damai dengan pemberontak Tentara Rakyat adalah gerakan gerilya (FARC) di Kolombia.

"Tentu saja itu berita buruk setiap saat. Ini berita buruk bagi negara-negara penghasil [kokain]. Apa yang terjadi di Kolumbia mengkhawatirkan," kata Angela Me, kepala penelitian Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) yang berpusat di Wina.

Laporan itu mengatakan lonjakan produksi didorong oleh peningkatan produksi kokain di Kolombia, yang menghasilkan sekitar 70 persen dari kokain dunia.

Foto/AFP

Menurut laporan itu, pada dekade hingga 2017, ada peningkatan 50 persen dalam manufaktur, mencapai rekor 1.976 ton dua tahun lalu.

Selama periode 10 tahun yang sama, jumlah kokain yang disita di seluruh dunia naik sebesar 74 persen.

"Ini menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum menjadi lebih efektif dan memperkuat kerja sama internasional untuk saling membantu meningkatkan tingkat intersepsi," kata laporan itu.

Foto/AFP

Hampir 90 persen kokain dipasarkan di Amerika, dengan Kolombia sebagai pemasok sebesar 38 persen pada 2017.

Produksi kokain di beberapa daerah pusat Kolombia turun setelah perjanjian damai 2016 dengan mantan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia, atau FARC.

Tetapi laporan itu mengatakan Kolombia sejak itu telah melihat lebih banyak penanaman koka, dengan ladang-ladang baru—seringkali jauh dari kota-kota besar—ditanam dan kelompok-kelompok kriminal pindah ke daerah-daerah yang sebelumnya dikuasai pemberontak.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini