Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Tujuh Racun Paling Mematikan di Dunia

Rizka Diputra , Jurnalis-Kamis, 21 Januari 2016 |14:42 WIB
Mengenal Tujuh Racun Paling Mematikan di Dunia
ilustrasi (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Wayan Mirna L Salihin (27) tewas usai meminum kopi khas Vietnam, di Restoran Olivier, West Mall, Grand Indonesia (GI), Jakarta Pusat pada Rabu, 6 Januari 2016 lalu. Mirna meregang nyawa setelah menyeruput kopi yang dipesan temannya sendiri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Labfor Mabes Polri, kopi yang dikonsumsi Mirna ternyata mengandung zat sianida dan bersarang di bagian lambung korban hingga menyebabkan iritasi dan pendarahan.

Sianida (Cyanide) merupakan salah satu jenis racun berbahan zat kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh. Ketika racun diinduksi dalam tubuh dalam dosis tertentu dapat menyebabkan efek anjloknya kondisi tubuh. Racun bisa tertelan, terhirup, disuntikkan, atau bahkan terserap oleh kulit manusia.

Ada banyak cara untuk menentukan kadar bahaya sebuah racun, di antaranya mengenali sifat racun, konsentrasi dan jumlah, rute aliran, usia, ukuran tubuh, maupun kesehatan fisik manusia itu sendiri. Racun selain membuat penurunan kondisi kesehatan, juga dapat menyebabkan kematian. Berikut beberapa racun paling mematikan di dunia sebagaimana dihimpun Okezone dari berbagai sumber :

1. Arsenikum (Arsenik)

Arsenik ialah bahan metaloid yang sangat beracun. Jika seseorang mengonsumsinya zat ini dapat menyebabkan kelumpuhan, penyakit kanker, merusak sistem pencernaan bahkan berdampak pada kematian.

Pegiat hak asasi manusia (HAM), Munir Said Thalib tercatat menjadi salah satu korban dari racun jenis arsenik. Ia tewas diracun saat melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda dengan menggunakan Pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 974 pada 7 September 2004 silam.

2. Cynide (Sianida)

Pengertian Sianida sebagaimana disitat dari Wikipedia ialah senyawa kimia yang mengandung kelompok siano C≡N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa.

Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair. Beberapa seperti garam, beberapa kovalen. Beberapa molekular, beberapa ionik, dan banyak juga polimerik. Senyawa yang dapat melepas ion sianida CN− sangat beracun.

Sianida biasa digunakan dalam aktivitas pertambangan yaitu dalam mengekstraksi emas dan perak. Aktivitas ini jelas dapat mengancam keselamatan para penambang seandainya terjadi kebocoran gas.

Sianida adalah salah satu racun yang sangat mematikan. Zat beracun ini bekerja dengan mengacaukan sel dalam menerima oksigen di dalam tubuh manusia. Ia dapat berbentuk gas seperti hidrogen sianida atau dalam bentuk kristal seperti potasium sianida atau sodium sianida.

Cara kerjanya ialah Sianida dapat memasuki tubuh melalui sistem pernapasan terutama paru-paru maupun masuk lewat pencernaan sehingga didistribusikan ke seluruh bagian tubuh. Pada dosis tertentu, zat ini dapat menyebabkan kematian hanya dalam waktu 15 menit saja akibat kekurangan oksigen.

3. Tetrodotoksin

Zat Tetrodoksin ternyata memiliki efek yang lebih berbahaya dari Sianida. Zat beracun ini kerap ditemukan di dalam tubuh ikan buntal. Tak heran jika ikan buntal sangat dilarang untuk dikonsumsi manusia.

Seiring berkembangnya teknologi, Tetrodoksin kini ada dalam bentuk bubuk. Menurut penelitian, memakan satu miligram dosis Tetrodotoksin saja bisa langsung menyebabkan kematian pada manusia.

4. Botulisme (Botulin)

Botulisme (Botulin) ialah zat yang diproduksi oleh bakteri Clostridium Botulinum. Racun dari bakteri itu dikenal paling ganas dan mematikan. Zat ini juga seringkali digunakan sebagai senjata biologis dalam peperangan. Cara kerja racun tersebut ialah dengan menyerang sistem saraf sehingga korban akan merasakan sakit yang luar biasa hingga akhirnya tewas.

5. Amatoxin

Amatoxin ialah zat beracun yang bisa ditemukan pada tanaman jamur liar. Racun ini tidak kehilangan kemampuannya kendati jamur tersebut telah terkena panas matahari atau rusak. Yang menjadi sasaran racun Amatoxin saat bereaksi ialah ginjal.

Jika manusia mengonsumsinya maka akan mengalami gangguan pernapasan seketika akibat rusaknya sistem saraf pusat, diare berdarah dan bahkan dapat menyebabkan koma.

Racun ini tidak dapat larut dalam air, tahan panas dan tidak dapat dihancurkan. Namun, tetap bisa diobati dengan cara mengonsumsi penisilin dalam dosis tinggi dan melakukan perawatan medis terhadap hati dan ginjal.

6. Ricin

Satu lagi racun paling mematikan ialah Ricin. Ia adalah zat beracun yang lazim ditemukan pada tanaman biji jarak. Jika dikonsumsi manusia, maka akan merusak sel-sel tubuh dengan mencegah pembuatan protein yang notabene menjadi kebutuhan sel-sel tersebut.

Jika protein tidak ada, maka secara otomatis sel-sel tersebut akan mati. Tubuh manusia akan sangat berbahaya tanpa adanya protein dalam sel. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan kematian.

7. Strychnine

Zat Strychnine lazim digunakan sebagai pestisida terutama untuk membunuh hewan vertebrata kecil seperti burung dan hewan pengerat atau tikus. Racun ini diperoleh dari biji pohon nux vomica dan tanaman yang berhubungan dengan genus strychnos. Strychnine diangkut dalam tubuh oleh plasma dan eritrosit.

Jika dikonsumsi manusia, dalam selang beberapa menit saja reaksinya sudah akan terlihat. Reaksi yang ditimbulkan dari zat beracun ini ialah menyebabkan peningkatan rangsangan refleks dalam sumsum tulang belakang yang mengakibatkan hilangnya penghambat dalam penyebaran stimulasi sel motorik, sehingga semua otot dapat berkontraksi secara bersamaan. Jika kondisi ini tidak cepat ditangani maka kematian akan menjadi konsekuensinya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement