JAKARTA - Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono hari ini bertemu dengan 300 pemilik Metromini untuk membicarakan integrasi angkutan umum di Ibu Kota. Pihaknya menargetkan dua hingga tiga bulan ke depan, Metromini resmi bergabung dan terintegrasi dengan Transjakarta.
"Timeline-nya sih sebenarnya masalah skema. Skema kerjasama-sama legalitasnya, supaya jadi lebih aman. Tapi ini enggak boleh lama, harus cepat. Saya inginnya April atau Mei lah," kata Budi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/2/2016).
Kata Budi, meski Metromini kini tengah menghadapi masalah dualisme kepemimpinan, namun kerjasama Transjakarta ini langsung dengan pemilik Metromini, bukan secara lembaga. "Kami kerja sama bukan hanya dengan PT tapi langsung dengan pemilik, kita rembukan," ucap dia.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, Pemprov DKI tengah memikirkan formula kerjasama yang tepat, terutama mengenai armada angkutannya.
"Kami lagi nyari formulanya apa, kan perorangan. Perorangan kan enggak boleh plat kuning, jadi mobil itu platnya Transjakarta dia yang buat kerjasama, tapi setelah sekian tahun harus diberikan ke pemilik," ujar Ahok.
Mengenai penyerahan armada angkutan kepada pemilik setelah sekian tahun dimiliki Transjakarta, Ahok mengatakan kemungkinan mekanismenya melalui pembentukan koperasi. Namun, hal ini belum bisa dipastikan, karena masih dalam proses pendalaman.
"Kalau mau berikan ke pemilik dia juga enggak punya wadah, kan dia Metromini juga masalah. Mungkin wadahnya harus di koperasi. Nah, itu lagi cari formatnya kalau dapet kita akan kasih," tandasnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.