Dalam setiap transaksinya, Mawar mengaku mendapat bayaran antara Rp500 hingga Rp1 juta rupiah. "Relatif sih, bayaran yang kami terima dari tamu, kita kasih ke mucikarinya Rp100 atau Rp200 ribu paling," katanya.
Dirinya mengatakan, sudah lima bulan menjadi "anak asuh" mucikari berinisial S dan AR. Ia terjerumus karena tertarik dengan nominal yang didapat teman-temannya yang lebih menjadi bagian bisnis esek-esek tersebut.
"Saya minta ke S dan AR sendiri, saya liat mereka sering ngasih tamu ke temen saya yang lain. Saya juga begini karena stres setelah dipecat dari kerjaan saya," pungkasnya.
(Risna Nur Rahayu)