Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

WNI Disandera, Pemerintah Harus Kedepankan Langkah Diplomasi

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Selasa, 29 Maret 2016 |14:24 WIB
WNI Disandera, Pemerintah Harus Kedepankan Langkah Diplomasi
Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

"Saya kira pemerintah sudah berpengalaman menangani hal seperti ini. Beberapa tahun lalu jugakan pernah ada kejadian seperti ini di perairan Timur Tengah sana. Harus diupayakan dulu membebaskan tawanan tanpa tebusan," katanya.

Sebagaimana diberitakan, Kepala BIN Sutiyoso membenarkan kapal Indonesia Brahma 12 dibajak kelompok teroris Abu Sayyaf di perairan Filipina. Dia mengatakan, setidaknya ada 10 WNI ditawan kelompok tersebut.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, setidaknya kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan ke Pemerintah Indonesia sebesar 50 juta peso atau setara Rp15 miliar. Uang itu untuk menebus 10 WNI tersebut yang disandera.

Bang Yos –sapaannya– sendiri menyatakan akan berkoordinasi lebih dahulu dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), TNI, dan Polri terkait uang tebusan tersebut.

 (sal)

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement