Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Eksploitasi Anak Marak Terjadi, Sosiolog: Ini Dosa Pemerintah

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Selasa, 29 Maret 2016 |10:30 WIB
Eksploitasi Anak Marak Terjadi, Sosiolog: Ini Dosa Pemerintah
Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Maraknya praktik eksploitasi anak dengan menjadikannya “mesin pencetak uang” dinilai sebagai dosa pemerintah. Pemerintah dianggap belum mampu memberikan pendidikan terhadap masyarakat untuk mewujudkan semangat Revolusi Mental.

“Salah satu masalah besar yang masih dihadapi bangsa Indonesia ialah kemiskinan. Orang-orang miskin melihat peluang bahwa menjadi pengemis merupakan sarana untuk mendapatkan uang secara mudah,” kata sosiolog Musni Umar kepada Okezone, Selasa (29/3/2016).

Menurutnya, pemerintah harus bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan tersebut. Pasalnya jika hal ini terus dibiarkan maka praktik eksploitasi anak akan dilakukan atau terjadi secara turun-temurun.

“Pemerintah harus menyelesaikan anak-anak pengemis jalanan. Caranya, mengubah mentalitas pengemis, memisahkan orangtua mereka dengan anak-anak pengemis, dengan memberi beasiswa kepada mereka untuk melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri,” pungkasnya.

 (sal)

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement