Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Korban Novel Meneteskan Air Mata

Demon Fajri, Okezone · Kamis 31 Maret 2016 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 31 340 1350427 gugatan-praperadilan-dikabulkan-korban-novel-meneteskan-air-mata-N58PRoSZnJ.jpg (foto: Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU - Hakim tunggal Suparman memutus menerima gugatan praperadilan terkait surat keterangan penghentian perkara (SKPP) Novel Baswedan oleh kejaksaan. Hakim memerintahkan kejaksaan untuk mengirim berkas perkara Novel Baswedan ke PN Bengkulu untuk disidangkan.

Mendengar putusan hakim, Dedi Mulyadi dan Irwansyah Siregar yang merupakan korban dugaan penganiayaan Novel Baswedan, meneteskan air mata. Begitu juga dengan kuasa hukum korban, Yulisman.

"Harapan saya hanya ingin pelaku dituntut dan diadili," ujar Dedi sembari meneteskan air mata kepada awak media di PN Bengkulu, Kamis (31/3/2016).

Sementara itu, Yuliswan mengungkapkan rasa terima kasinya atas putusan hakim yang mengabulkan permohonannya. Yuliswan menegaskan, gugatan praperadilan dilayangkan demi menuntut keadilan.

"Ini adalah perjuangan kami dalam menuntut keadilan," jelas Yuliswan.

Seperti diketahui, kasus penganiayaan tersebut terjadi pada 2004 lalu saat Novel Baswedan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Novel disangkakan melakukan penganiayaan berat terhadap enam pencuri burung walet hingga satu di antaranya tewas.

Polisi menetapkan Novel sebagai tersangka. Pada akhir Januari 2016, kejaksaan menyerahkan berkas kasus Novel ke PN Bengkulu untuk disidangkan. Namun berkas tersebut ditarik kembali pada 3 Februari 2016.

Alhasil, jadwal sidang perdana pada pertengahan Februari pun batal digelar. Hingga akhirnya Kejagung mengeluarkan Surat Keterangan Penghentian Perkara Novel Baswedan dengan alasan kasus tersebut sudah kadaluarsa dan tidak punya cukup bukti.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini