BERLIN – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi setelah teman dekat dan teman masa kecilnya tercantum di daftar pemilik perusahaan offshore yang dibuat lembaga hukum asal Panama, Mossack Fonseca, yang bocor ke publik.
Dokumen yang dikenal dengan nama Panama Papers itu mengungkap sejumlah perusahaan nonaktif atau shell company yang digunakan para pemimpin negara, politikus, atlet, atau orang-orang terdekat mereka untuk menutupi kegiatan finansialnya dan nama-nama pemiliknya.
Ulasan yang dilakukan konsorsium jurnalis investigasi internasional (International Consortium of Investigative Journalist/ICIJ) atas Panama Papers diklaim telah mengungkap berbagai skandal korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh dunia, salah satunya Putin.
Grey Cardinal –julukan untuk Putin– dikaitkan dengan tuduhan korupsi setelah Sergey Roldugin, seorang konduktor dan pemain selo tenar Rusia, muncul di daftar pemilik perusahaan offshore Mossack Fonseca.
Menurut surat kabar Jerman, Süddeutsche Zeitung,teman dekat Putin itu diduga memainkan peran jaringan yang dikendalikan rekan-rekannya yang memutar setidaknya USD2 miliar melalui bank dan perusahaan offshore.
Dalam dokumen tersebut, Roldugin terdaftar sebagai pemilik beberapa perusahaan offshore yang menerima pembayaran dari perusahaan lainnya senilai puluhan juta dolar.
Sebuah perusahaan yang memiliki kaitan dengan Roldugin juga memilki pengaruh besar atas manufaktur truk terbesar di Rusia, dan perusahaan lainnya mendapatkan bagian besar dalam bisnis iklan di stasiun televisi Negeri Beruang Merah.
Rekan Putin lainnya yang juga masuk daftar Panama Papers adalah Arkady dan Boris Rotenberg yang merupakan teman masa kecil pemimpin Rusia itu. ICIJ menduga kedua kakak-beradik tersebut diduga melakukan perjanjian bisnis tersembunyi dengan Putin.
Baik Rodugin maupun Arkady Rotenberg menolak untuk berkomentar mengenai tuduhan ini. Sementara Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov secara tegas menolak tuduhan tersebut.
“Membantah sesuatu berkali-kali atau memberikan komentar untuk sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan kami adalah hal konyol,” kata Peskov, sebagaimana tertulis dalam laporan ICIJ, Senin (4/4/2016).
Panama Papers mengungkap perusahaan-perusahaan offshore dan shell company milik 140 politisi, pejabat negara, dan atlet dari seluruh dunia, termasuk kepala negara dan pemerintahan. Dokumen ini terdiri dari sekira 11,5 juta dokumen atau data setara 2,6 terabytes mengenai 214 ribu shell company dari periode 1970-an hingga 2016 menjadikannya sebagai kebocoran dokumen terbesar di dunia.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.