MALANG – Nama Mbah Wagini (75), warga Desa Sanankerto, RT 11 RW 02, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendadak terkenal di dunia maya. Kisahnya yang memilukan hati mengundang perhatian netizen dan masyarakat umum.
Bahkan, sehari-hari kini Mbah Wagini banyak menerima kunjungan dari berbagai komunitas dan individu yang ingin meringankan beban dan membantunya.
Mbah Gini memang sudah renta. Rambutnya hampir beruban semua. Di belakang kepalanya tersangkut sisir, menahan rambut putihnya yang tergerai. Jalannya mulai tertatih, kulitnya keriput dimakan usia. Tapi, ia tetap ramah menerima siapa saja yang datang bertamu.
Untuk berbicara dengannya harus mendekat. Maklum, pendengarannya sudah berkurang. “Matur suwun, sepurane ora iso nyuguhi opo-opo (Terima kasih, maaf tidak bisa memberi suguhan apa-apa),” katanya saat menerima Okezone yang menyambangi rumahnya awal pekan ini.
Mbah Gini menceritakan kisah hidupnya yang sendirian. Sebenarnya ia masih memiliki anak tiri yang tinggal sekira 10 kilometer dari rumahnya, tapi Mbah Gini tak bisa berharap banyak.