SANTIAGO DE QUERÉTARO – Diskriminasi di institusi kepolisian ternyata masih terjadi, seperti yang dilaporkan di Kota Santiago de Querétaro, Meksiko.
Sejak awal pekan ini, sejumlah polisi, terutama para polisi wanita (polwan), mogok kerja lantaran mengaku mengalami diskriminasi, terhadap dalam perekrutan unit baru, yakni unit polisi pariwisata.
Hal ini diperkuat laporan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Coincidir Mujeres yang mengadu pada Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Meksiko.
Aktivis LSM Coincidir Mujeres, Maricruz Ocampo mengatakan, LSM mereka mendapat banyak pengaduan dari para polwan, di mana perekrutan unit polisi pariwisata itu hanya diseleksi berdasarkan daya tarik, penampilan – dan intinya, dikhususkan bagi para polwan cantik saja.