nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berpakaian Ketat, Sejumlah Pengendara Terjaring Razia Polisi Syariat

Rayful Mudassir, Jurnalis · Sabtu 09 April 2016 03:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 04 09 340 1358183 berpakaian-ketat-sejumlah-pengendara-terjaring-razia-polisi-syariat-wJa2OBKZ3f.jpg Ilustrasi

BANDA ACEH - Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh menggelar operasi gabungan di Pango Raya, Banda Aceh, Jumat (8/4/2016). Dalam razia tersebut sejumlah pria dan wanita kedapatan melanggar Qanun Syariat Islam nomor 11 tahun 2002 tentang Aqidah ,Ibadah dan Syariat Islam.

Sejumlah pengguna kendaraan roda dua yang menggunaan pakaian ketat dan tidak menutup aurat di data oleh Wilayatul Hisbah (polisi syariat). Mayoritas pelanggar merupakan wanita yang menggunakan pakaian ketat serta laki-laki yang memakai celana pendek.

Kepala Seksi Penindakan dan Pelanggaran Satpol PP - WH Provinsi Aceh, Nasrul Miadi mengatakan, selain merazia, patugas juga melakukan pembinaan kepada pelanggar secara langsung di lokasi razia.

Pembinaan yang dimaksud ialah penyampaian qanun-qanun Syariat Islam serta pendidikan keagamaan tentang pakaian.

"Pelanggar qanun ini masih kita lakukan pembinaan. Kita tidak melakukan penahanan," kata Nasrul Miadi di sela-sela razia.

Selama ini menurutnya, sejak diberlakukan qanun ini, masyarakat Aceh relatif mulai sadar dan menggunakan pakaian yang menutup aurat. Namun lanjut Nasrul masih ada sebagian masyarakat yang memakai pakaian ketat.

“Masyarakat sekarang menganggap pakaian islami harus memakai rok. Padahal menggunakan celana tetap dibolehkan, asalkan tidak ketat, tidak membentuk lekuk tubuh dan longgar,” terangnya.

Selain itu, pihaknya saat ini sedang mengkaji pasal pasal 13 jo pasal 23 tentang pakaian islami ini. Bila ditemukan pelanggar yang sudah melakukan kesalahan berulang kali, maka WH akan berdiskusi dengan stakeholder membicarakan tentang pasal tersebut.

“Dari perbincangan nanti akan kita tahu apakah nantinya kita lakukan penahanan atau bagaimana. Kita hanya menginginkan ada efek jera bagi pelanggar dan tidak mengulanginya lagi,” tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini