Spanyol Pecat Dubesnya di Belgia Karena Sering Bolos

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 10 April 2016 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 10 18 1359079 spanyol-pecat-dubesnya-di-belgia-karena-sering-bolos-smDLH7WsMi.jpg Dubes Spanyol untuk Belgia Ignacio Jesus Matellanes Martinez dipecat karena tidak pernah menjalankan tugasnya selama menjabat. (Foto: AFP)

BRUSSELS – Pemerintah Spanyol memecat Duta Besarnya (Dubes) untuk Brussels setelah diketahui gagal menjalankan tugas selama masa jabatannya. Dubes tersebut bahkan gagal melakukan komunikasi dan berhubungan dengan Pemerintah Belgia, negara tempatnya bertugas.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Spanyol mengatakan Dubes Ignacio Jesus Matellanes Martinez telah “membakar semua jembatan” dengan Belgia, sebuah ungkapan yang menggambarkan hilangnya hubungan antara kedua negara. Dia dipecat dengan alasan pembolosan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Pemecatan Dubes Ignacio bermula setelah Madrid menerima berbagai keluhan dari staf kedutaan yang mengatakan mereka gagal dalam tugasnya mewakili negara mereka. Kemenlu Spanyol mengatakan keluhan serupa juga mereka terima dari tempat penugasan sang Dubes sebelumnya di Nikaragua.

Lebih mengejutkan lagi, Dubes Ignacio telah bertugas di Belgia sejak 2012 dan sejak saat itu tidak ada yang tanggapan terhadap keluhan tersebut. Banyak laporan menyebutkan alasan da belum dipecat karena dia memiliki hubungan dengan anggota Parlemen Eropa Francisco Millan yang merupakan ipar dari Perdana Menteri (PM) Spanyol.

“Yang paling parah adalah dia tidak mewakili negara sama sekali,” kata salah seorang staf kedutaan yang dilansir dari Russia Today, Minggu (10/4/2016). “Tidak ada yang datang ke sini. Matellanes tidak mengadakan pertemuan dengan siapapun, dia tidak melakukan apa-apa dan mencegah staf untuk melakukan inisiatif sekelcil apa pun.”

Menurut salah seorang sumber yang dilakukan sang Dubes hanyalah datang menghadiri acara Misa. Dia juga dilaporkan menciptakan suasana kantor yang tidak menyenangkan

Hasil pemeriksaan tim penyelidik juga menyimpulkan bahwa para staf diintimidasi, dan dipaksa mengalami ketakutan dan kekerasan psikologis. Mereka mencatat bahwa sang Dubes menggunakan kewenangannya untuk menciptakan sebuah lingkungan yang tidak bersahabat dengan kehidupan pribadi dan pekerjaan korbannya.

“Matellanes memperlakukan orang-orang dengan buruk, mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan, mengganti tanggal hari libur, tidak menghormati dan memaksa mereka melakukan pekerjaan yang tidak masuk akal. Dan dia memperlakukan perempuan lebih rendah dari pria. Di matanya mereka lebih lemah dan kurang efektif,” kata seorang pegawai kedutaan.

Pemecatan Dubes Ignacio akhirnya diajukan oleh Menteri Luar negeri Jose Manuel Garcia-Margallo dan disetujui oleh Dewan Menteri sebelum ditandatangani oleh Raja Felipe VI.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini