JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan proyek reklamasi tetap berjalan meski dua Raperda dan pembahasannya mandek di DPRD.
Ahok mengatakan, alasan dibalik sikapnya ini karena jika ia membatalkan izin yang telah diterbitkan Pemprov maka para pengembang akan menuntut pihaknya. Karena proyek reklamasi ini sudah mempunyai dasar hukum, masuk akal jika tuntutan pengembang nantinya akan dimenangkan dan Pemprov harus membayar ganti rugi.
Pihak DPRD sebelumnya memutuskan untuk tak melakukan pembahasan dua Raperda terkait reklamasi tersebut, dan menyerahkannya pada DPRD periode 2019-2024 mendatang.
"Sekarang gini ya logikanya, sekarang ada Perda loh. Reklamasi itu ada Perda loh, tahun 1995 ada Kepres, 2012 ada Perda. Semua lengkap ini. kalau kamu batalin, kira-kira mereka (pengembang) PTUN gue enggak?" kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/4/2016).

Karena kemungkinan besar Pemprov DKI akan kalah dalam gugatan tersebut dan diharuskan membayar denda, maka Ahok akan dengan mudah dilengserkan oleh DPRD DKI. Jika memutuskan melanjutkan proyek ini, Ahok mengaku kerugiannya hanya satu, yaitu banyak pihak yang menggunakan isu ini untuk memperburuk citranya.
"Kalau PTUN kalah, Pemprov harus membayar, gara-gara gue batalin. Kira-kira DPRD mecat gue enggak gara-gara alasan rugikan Pemprov? Pasti dipecat gue. Nah sehingga gue enggak mau batalin, kelemahannya cuma satu, dia bilang Ahok ngebela pengembang, Ahok mendukung reklamasi, tujuannya menurunkan pemilih saya," papar dia.
Dengan alasan itulah, ia bersikeras untuk melanjutkan proyek ini. Mantan Bupati Belitung Timur ini pun meminta agar gugatan kelompok atau class action yang dilakukan terhadap Pemprov DKI terkait proyek ini, dicabut saja.
"Ada yang nanya reklamasi diteruskan apa enggak? saya mau terus. Sekarang kalau ada class action gimana? class action saja batalin dia, jangan saya dong," tukas Ahok.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.