Aktivitas jual beli di Pasar Ikan dilakukan dua kali sehari yaitu dari pukul 10.00 hingga pukul 13.00 dan pukul 15.00 hingga pukul 17.00. Jeda waktu pukul 13.00 hingga 15.00 digunakan untuk membersihkan tempat berjualan ikan.
Meskipun aktivitas jual-beli baru dimulai pukul 10.00, biasanya pasar tersebut sudah sesak sejak pagi. Para pembeli di Pasar Ikan saat itu umumnya adalah para pemilik rumah, bukan pembantu, sehingga dari pagi hari sudah banyak kendaraan yang diparkir mulai dari kereta sewaan sampai kereta kuda besar dan mewah.
Ikan-ikan yang dijual di pasar itu adalah jenis yang menjadi favorit warga Batavia, seperti ikan barong, ikan kakap, ikan kerapu, ikan kurau, dan segala siput laut. Ikan-ikan yang tidak terjual, biasanya akan dibawa ke pasar malam atau Pasar Borong yang terletak di seberang sungai.
Aktivitas perdagangan di Pasar Ikan itu kemudian ikut mengembangkan permukiman di Kampung Luar Batang. Kehidupan nelayan di daerah tersebut sebenarnya penuh dengan penderitaan karena hasil tangkapan mereka dijual oleh seorang tuan tanah sehingga pendapatan mereka sangat minim.
Wabah Penyakit
Wabah penyakit juga sering terjadi karena syarat kesehatan yang kurang terpenuhi sehingga angka kematian nelayan cukup tinggi.
Rata Tanah Namun, kini kawasan tersebut sudah rata dengan tanah. Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi berharap warga Pasar Ikan bisa menerima kebijakan pemerintah terkait revitalisasi Kawasan Wisata Bahari Sunda Kelapa.