Share

Perubahan Dunia Pasca-Tewasnya Osama bin Laden

Silviana Dharma, Okezone · Senin 02 Mei 2016 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 02 18 1378174 perubahan-dunia-pasca-tewasnya-osama-bin-laden-kHBm39pZoc.jpg Al Qaeda versus ISIS, Perubahan pasca-kematian bin Laden. (Foto: Reuters/Russia Insider)

WASHINGTON โ€“ Tepat pada hari ini, Senin 2 Mei 2016, Amerika Serikat dan sekutunya mengenang meninggalnya pendiri kelompok militan internasional Al Qaeda yakni Osama bin Laden. Presiden AS Barack Obama mengatakan Bin Laden bertanggung jawab atas meninggalnya 3.000 warga AS saat menara kembar World Trade Centre (WTC) ditabrak pesawat yang dibajak Al Qaeda pada 11 September 2011.

โ€œSelama lebih dari dua dekade, Bin Laden telah menjadi pemimpin dan simbol Al Qaeda. Mereka terus melanjutkan rencana penyerangan atas negara kita dan sekutu. Meninggalnya Bin Laden menandai prestasi paling signifikan dalam upaya kita mengalahkan Al Qaeda,โ€ seru Obama, seperti dikutip dari NBC News, Senin (2/5/2016).

Sepeninggal Osama, Al Qaeda tidak dimungkiri menjadi hancur dan terpecah belah. Tidak ada sosok berkharisma lain yang mampu menggantikan kepemimpinannya. Dengan segera kiprah Al Qaeda meredup. Beberapa jihadis membelot dan membentuk kelompok sendiri, salah satunya adalah ISIS.

Terorisme seharusnya mati bersama sang pendiri. Dunia berubah menjadi tempat yang lebih aman, damai dan tanpa perang, menjadi harapan semua orang atas kematiannya. Faktanya, aksi teror masih nyata terjadi di berbagai belahan dunia. Serangan semakin massif dan mencolok.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Sebagaimana dinukil dari NBC News, Senin (2/5/2016), berikut ini tiga perubahan paling kentara yang bisa dipetik dari meninggalnya Osama bin Laden.

1. Kebangkitan ISIS

Kelompok Al Qaeda mengalami perpecahan dari dalam. Mantan pejabat tinggi Al Qaeda, Abu Bakar al Baghdadi, mendirikan organisasi khalifah baru yang lebih ekstrem yakni ISIS. Kelompok militan ini memiliki beberapa nama, seperti Daesh dalam bahasa Arab-nya dan ISIL yang bergantung basis kekuasaannya.

ISIS membangun kerajaan terornya sendiri di Irak dan Suriah, sementara ISIL berarti militan ISIS yang melebarkan jaringannya di Irak dan Levant atau Syam, wilayah Mediterania Timur di Asia Barat yang dibatasi pegunungan Taurus di utara, Gurun Arab di selatan, Laut Mediterania di barat dan Pegunungan Zagros di timur.

Al Qaeda masih tetap ada, dan diketuai oleh Ayman al Zawahiri sekarang ini. Namun popularitas dan kiprahnya jauh tertinggal dari Baghdadi. Teror ISIS lebih meluas, secara keuangan lebih kaya dan sayap kekejamannya lebih meluas. Termasuk bisa membawa Boko Haram berafiliasi di bawah mereka.

โ€œDia (Baghdadi) adalah seorang pejuang, petarung. Dia mendirikan negara, sementara Zawahiri terus menjadi pelarian,โ€ kata Shashank Joshi, peneliti dari Royal United Services Institute di London.

2. Misinya Diteruskan Jabhat al Nusra

Meski ISIS terpisah dari Al Qaeda, kelompok teror lain yang berkuasa di Pakistan dan sekitarnya, Jabhat al Nusra tetap berada di bawah sayap. Mereka terus menebarkan bibit teror di kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah dalam upayanya meneruskan misi sang pendiri. Diprediksi, organisasi ini bisa menjadi lebih berbahaya dan cakap daripada ISIS.

โ€œAl Qaeda secara bertahap mengejar strategi dan langkah-langkah canggihnya sendiri secara diam-diam. Mereka membiarkan perhatian dunia tertuju pada ISIS semata, tanpa disadari bahwa mereka juga tengah membangun infrastruktur manusia untuk melawan Barat. Selain juga mempertahankan keuntungan yang (bisa saja) lebih besar di masa depan, untuk jangka panjang,โ€ demikian laporan dari seorang think tank di Institut Study of War di Washington.

3. Perekrutan Terorisme dan Penutupan Penjara Guantanamo

Sejak sebelum Osama bin Laden berhasil dieksekusi dari dunia ini, Presiden Obama sudah sering mendapatkan desakan untuk menutup penjara AS di Guantanamo, Kuba. Namun, permintaan itu tidak kunjung diwujudkan sampai awal tahun ini. Sedikitnya sembilan tahanan berkebangsaan Yaman sudah dipindahkan dari penjara paling tertutup itu ke Arab Saudi. Belum terhitung, puluhan lainnya juga diungsikan, setelah Obama mengumumkan penutupannya tahun ini.

Menyoal rekrutmen, semakin banyak orang asing dari Eropa dan belahan dunia lain terpanggil bertarung bersama ISIS. Sistem pencarian anggotanya terbilang lebih kreatif, yakni bukan dengan menyusup ke pesantren-pesantren atau komunitas peribadatan lain. Melainkan dengan memanfaatkan kemajuan IPTEK dan media massa.

Video-video propaganda ISIS menyebar di dunia maya, mendorong orang-orang memerangi Negara Barat dan sekutu-sekutunya. Atas tameng agama dan memperjuangkan terwujudnya kekhalifahan, ISIS membuat ratusan ribu orang menyeberang masuk ke Suriah dari Turki. Mengajari mereka, mencuci otak mereka, kemudian menerbangkannya kembali ke negara asalnya untuk menyebarkan teror. Itulah yang terjadi di Paris dan Brussels.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini