JAKARTA - Rombongan awak media yang awalnya menggunakan bus Enjoy Jakarta dari Balai Kota berhenti di ujung kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Dari situ langsung tampak sebuah jembatan yang menghubungkan ke Pulau D dalam proyek Reklamasi Teluk Jakarta.
Namun rupanya tak sembarangan untuk menyeberang ke pulau tersebut. Sejumlah petugas keamanan mendata dan menahan tanda pengenal wartawan. Hal yang jadi pertanyaan adalah, moda untuk mengangkut awak media adalah dua bus TransJakarta.
Kunjungan wartawan ini adalah untuk mengawal sidak yang akan dilakukan bersama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Menko bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Menteri LHK Siti Nurbaya.
(Baca Juga: Ketatnya Penjagaan bagi Media di Pulau D Proyek Reklamasi)
Turun dari bus, wartawan pun langsung memotret dan merekam berbagai objek di Pulau D. Namun aktivitas itu ditentang oleh puluhan petugas keamanan yang berjaga.
Bahkan beberapa dari mereka tampak membawa pengeras suara untuk menghentikan aktivitas jurnalistik tersebut.
"Tolong rekan-rekan ikuti aturan ya," kata petugas keamanan sambil menyuruh wartawan merapat ke tenda yang sudah disiapkan di tengah-tengah pulau, Rabu (4/5/2016).
Tak lama kemudian, para menteri tersebut tiba dan menggelar konferensi pers. Rizal pun sempat berdialog dengan perwakilan pengembang, Nono Sampono yang didesaknya untuk mengikuti aturan pemerintah, termasuk soal moratorium.
Di depan Ahok, Rizal meminta agar pembangunan reklamasi menguntungkan semua pihak. Dia tak ingin reklamasi seperti membangun "benteng" yang memisahkan antara orang kaya dengan orang miskin.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.