“Ini alat baru. Jadi yang bisa memanfaatkan memang masih terbatas,” kata Dwi saat ditemui di kompleks Kantor Bupati Kulonprogo, baru-baru ini.
Saat ini, Dwi bertugas di Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) Galur, Kulonprogo. Sudah banyak pemeriksaan terkait reproduksi sapi yang dia lakukan dengan menggunakan USG.
Diagnosa yang tepat bisa menjadi rujukan andalan untuk mengatasi berbagai permasalahan reproduksi yang dialami sapi. Setelah ditindaklanjuti dengan perlakuan medis, sapi-sapi itu kemudian berhasil bunting dan beranak.
Beberapa sapi memang bisa mengalami permasalahan tertentu sehingga susah bunting. Dwi mengatakan, dia berusaha memberikan pemeriksaan dan berbagai treatment agar hal itu teratasi.
Meski begitu, usaha itu terkadang kurang mendapatkan dukungan dari pihak lain, termasuk peternak. Edukasi dan sosialisasi terkait kesehatan ternak pun terus ditempuh secara bertahap.