Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banyak Motor Mogok Terendam Rob, Bengkel Dadakan Bermunculan

Taufik Budi , Jurnalis-Jum'at, 17 Juni 2016 |19:47 WIB
Banyak Motor Mogok Terendam Rob, Bengkel Dadakan Bermunculan
Bengkel dadakan karena adanya banjir rob (Foto: Taufik/iNews)
A
A
A

SEMARANG  - Banyaknya kendaraan roda dua yang mogok akibat terendam banjir gelombang laut pasang di jalur pantura Semarang Jawa Tengah, membuka peluang usaha sejumlah warga. Mereka mendadak menjadi bengkel keliling yang siap memperbaiki motor hingga bisa dikendarai lagi.

"Ini banyak yang mogok karena nekat menembus banjir. Tinggi sekali sampai blok mesin, makanya sampai macet. Air masuk ke mesin itu harus dikeluarkan biar motor bisa dipakai lagi," ujar Sugiarto, seorang warga yang menawarkan jasa perbaikan kendaraan, Jumat (17/6/2016).

Kebanyakan sepeda motor yang macet mendapat perlakuan sama yakni awalnya dicek sistem pengapian. Jika mesin sepeda motor tetap tidak menyala, maka jalan satu-satunya adalah mencopot busi dan knalpot.

"Mereka (pengendara) kan tak semuanya bawa kunci-kunci peralatan, makanya kita menawarkan jasa perbaikan motor itu. Jasanya enggak terlalu magal antara Rp20 ribu hingga Rp35 ribu tergantung berat-ringannya perbaikan," jelas pria berkulit gelap itu.

Menurutnya, perbaikan sepeda motor yang mogok membutuhkan waktu sekira satu jam. Dia bersama rekan-rekannya menawarkan jasa perbaikan sepeda motor di ujung jalan Kaligawe yang terendam banjir.

"Sudah dua pekan ini bersama bersama teman-teman buka bengkel keliling ini. Kadang bisa sampai jam 3 dini hari, karena kan robnya baru surut tengah malam. Kasihan jika mereka tak bisa perbaiki motornya sendiri," lugasnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement