Militer AS Lakukan 5.800 Kasus Kriminal di Okinawa

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 20 Juni 2016 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 20 18 1420161 militer-as-lakukan-5-800-kasus-kriminal-di-okinawa-6AhhMlzvPn.jpg Pangkalan Udara Kadena, Okinawa, Jepang (Foto: Greg Baker/Associated Press)

TOKYO – Sebanyak 65 ribu orang ambil bagian dalam aksi massa memprotes kehadiran personel militer Amerika Serikat (AS) di Okinawa, Jepang pada Minggu 19 Juni 2016. Mereka mengaku terganggu dengan angka kriminalitas yang dilakukan para perwira Negeri Paman Sam di Negeri Matahari Terbit.

Para pengunjuk rasa menandatangani petisi untuk secara khusus meminta penarikan marinir AS dari Pangkalan Militer di Kepulauan Okinawa, Jepang. Mereka membawa data berisi angka-angka kriminalitas yang dilakukan selama kehadiran mereka di Okinawa.

Seperti diwartakan Sputnik, Senin (20/6/2016), personel militer AS telah melakukan lebih dari 5.800 kasus kriminal di Okinawa sejak 1972. Sebanyak 571 kasus di antaranya merupakan kasus kriminal yang masuk dalam kategori sangat serius sehingga memicu munculnya petisi tersebut.

Pada penghujung Mei 2016, mantan marinir AS Kenneth Franklin Shinzato ditangkap di Okinawa karena dicurigai terlibat dalam pembunuhan seorang gadis lokal berusia 20 tahun di dekat Pangkalan Udara Kadena. Korban bernama Rina Shimabukuro dilaporkan hilang sejak 28 April dan jenazahnya ditemukan di sebuah hutan. Franklin mengakui telah memerkosa dan membunuhnya.

Pada awal Juni 2016, seorang pekerja perempuan di Pangkalan Udara Kadena menabrak dua warga lokal hingga luka-luka. Pelaku diduga mengendarai mobil dalam keadaan mabuk hingga menabrak dua korban tersebut.

Kehadiran militer AS di Okinawa merupakan bagian dari perjanjian damai pasca-Perang Dunia II. Kepulauan tersebut sempat berada di bawah kepemilikan AS sebelum diserahkan kembali ke Jepang pada 1972. Pemerintah Jepang melalui Kepala Kabinet Yoshihide Suga mengatakan pihaknya sedang merancang komisi khusus untuk mencegah aksi kriminalitas yang dilakukan personel militer AS di Okinawa untuk meredakan kemarahan warga lokal.

(wab)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini