BEKASI - Kasus kebakaran yang melanda PT Dunia Kimia Jaya di Kawasan Industri GIC Deltamas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, merupakan kasus yang kedua kalinya dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini.
Diduga kobaran api yang menghanguskan bangunan pabrik itu, disebabkan lantaran adanya kelalaian dalam melakukan pengawasan terhadap bahan produksinya.
(Baca: Puluhan Mobil Pemadam Kebakaran Dikerahkan ke Lokasi Pabrik Kimia)
Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Awal Chairuddin mengatakan, kebakaran yang melanda PT Dunia Kimia Jaya itu sudah kedua kalinya terjadi dalam kurun waktu dua tahun ini.
"Dugaan adanya kelalaian dalam pengawasan pihak perusahaan," kata Awal, Senin (8/8/2016).
Menurut Awal, dalam upaya untuk memastikan penyebab kebakaran pihaknya berencana akan menerjunkan langsung tim DVI Polda Metro Jaya.
"Ini mengingat kasus kedua, kami pun akan minta tim DVI Polda Metro Jaya untuk menyelidiki penyebab kebakarannya," jelas Awal.
Sementara itu, diakui Awal, pihaknya pun telah meminta kepada pihak perusahaan untuk tidak ada yang masuk tanpa izinnya terlebih, merubah lokasi kejadian sebelum dilakukan penyelidikan. "Akan kita pasang garis polisi di lokasi," tegasnya.
Adapun terkait kasus ini, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Dan untuk kerugiannya polisi pun belum bisa memastikannya namun ditafsir mencapai miliaran rupiah.
"Korban tidak ada, kerugian kita belum bisa pastikan," tandas Awal.
Sebelumnya, kebakaran yang melanda PT Dunia Kimia Jaya, terjadi sekira pukul 18.30 wib. Dan berdasarkan keterangan para karyawan bangunan yang terbakar itu terjadi saat karyawan sedang bekerja.
Dan sedikitnya saat kebakaran terjadi di gudang bernama DPT store ruang produksi Blowing, ada empat karyawan yang bekerja dan dua securitynya di lokasi. Hingga kini, kasus masih dalam penanganan Polsek Cikarang Pusat dan Polresta Bekasi.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.