Ibu TR, Neneng Hagarang (51) warga Sekata mengatakan, akibat pemukulan itu, TR sempat tidak bisa makan nasi selama lima hari. Penggantinya adalah bubur. Selain itu hidung juga mengeluarkan darah, perut sakit, dada sesak dan kepala pusing.
"Kita sempat minta visum di RS Kuala Kurun, tapi menolak. Alasannya tidak ada rekomendasi dari polisi," kata Neneng.
Sama hal yang disampaikan ibu Jf, Mira (35) menyebut anaknya mengalami sakit di dada, kepala pusing dan dua giginya patah. Selain itu juga sempat kesulitan menelan nasi. Keduanya sama-sama berharap keadilan di negeri ini harus benar-benar ditegakan.
Sementara itu, kakak TR, Novia Adventy sempat membuat status di akun facebook miliknya pascakejadian pemukulan oleh oknum Polsek Tewah. Kemudian statusnya tersebut dijawab oleh akun facebook milik Polsek Tewah.
"Saya mendapat ancaman, katanya bisa dikenakan UU IT. Tapi saya tidak pernah takut. Memang tidak mengakui melakukan pemukulan makanya hari ini kita melaporkan ke polda untuk dibuktikan kebenarannya," kata Novia.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.