Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Mudah Pulangkan WNI Mahasiswa di Turki

Silviana Dharma , Jurnalis-Jum'at, 09 September 2016 |17:06 WIB
Tak Mudah Pulangkan WNI Mahasiswa di Turki
Ketua Umum PPI Turki Azwir Nazar (baju putih) dan mahasiswa Indonesia yang pernah belajar di Turki, Zainal Muttaqin. (Foto: Silviana D/Okezone)
A
A
A

Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi pada Selasa 30 Agustus menyebut ada dua solusi yang bisa ditawarkan pemerintah kepada para mahasiswa Indonesia di Turki. Pertama, kembali ke Indonesia dan melanjutkan pendidikannya di sini. Kedua, tetap di Turki dengan segala kendalanya yang tentu tidak sedikit.

Mantan Dubes Indonesia di Belanda tersebut memastikan pemerintah akan mendukung dan berupaya membantu agar mereka tidak putus sekolah, apa pun keputusan yang diambil para WNI mahasiswa di Turki tersebut. Mengenai pendidikan mereka di sini, Menlu Retno telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) serta Pemerintah Daerah.

Meski begitu, solusi pemerintah dipandang Azwir bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan persoalan ini. Kedua solusi itu bahkan dapat dengan mudah dimentahkan olehnya.

Enggak segampang itu pindah. Pengalaman kami, sampai sekarang tidak ada seorang pun yang pulang belajar dari Turki berhasil ditransfer ke perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Tidak ada universitas yang bisa menampung," ungkapnya.

Banyak hal yang patut dipertimbangkan, seperti mencari jurusan yang sesuai, penyesuaian sistem kredit per semester (SKS), penyetaraan mata kuliah hingga waktu kelulusannya. Kalau persoalan jurusan, kata Azwir, rata-rata cocok. Syarat yang satu itu mudah dipenuhi, tetapi akan sulit ketika bicara taraf pendidikan perguruan tinggi di Turki dan kurikulum yang dipakai universitas di Tanah Air.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement