Setelah dua tahun lebih berlalu, penyelidikan terhadap pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di Ukraina akhirnya menemukan titik terang. Semua pertanyaan yang berkecamuk di benak keluarga korban sedikit demi sedikit menuai jawaban.
“Kami (akhirnya) bisa memperoleh kesimpulan soal pihak yang bertanggung jawab antara Rusia atau Ukraina. Saya rasa kami baru saja mendapatkan konfirmasi dari pertanyaan yang berkeliaran di benak kami selama berbulan-bulan, itu yang utama,” kata Silene Fredriksz, ibu dari Bryce, pria yang menjadi korban ditembak jatuhnya MH17, seperti disunting dari Independent, Rabu (28/9/2016).
Bryce adalah salah satu dari 283 penumpang Malaysia Airlines MH17 yang ditembak misil Buk 9M38 pada 17 Juli 2014. Dia tewas bersama kekasihnya, Daisy yang juga ikut terbang dari Amsterdam, Belanda ke Kuala Lumpur, Malaysia. Nahas, saat itu kelompok separatis Rusia sedang berperang dengan pemerintah Ukraina.
“(Hasil penyelidikan) ini adalah langkah penting. Sebagai keluarga (korban), kami tidak sabar. Kami ingin segera tahu apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana itu (ditembak jatuhnya pesawat MH17) bisa terjadi dan mengapa. Kami ingin pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini mendapat hukuman setimpal,” tukasnya.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.