Ditambah dengan adanya transportasi laut lintas Pulau Jawa-Australia. Jadilah pada 1914, Pulau Bali mulai ramai wisatawan dari luar Hindia-Belanda.
"Waktu beliau kuliah di Shantiniketan, kalau tidak salah beliau dari Makassar langsung ke India. Sudah mendapatkan S-1,S-2,S-3, dia pulang. Dan beliau tahu betul, apa itu pariwisata di cara (masa) kolonial itu seperti apa," cetus sejarawan Sugi Lanus kepada Okezone.
“Art Center dibangun, Catur Muka dibangun, rintisan airport diperbesar. Itu sudah ada wisatawan banyak waktu itu. Mereka lewat laut, banyak dari Surabaya. Penerbangan sepertinya kecil ya. Utara itu paling banyak mendatangkan wisatawan," tambahnya.
Giatnya Ida Bagus Mantra mengenalkan Bali lebih digencarkan lagi setelah dipercaya Presiden RI kedua Soeharto, dipercaya menjabat Gubernur Provinsi Bali periode 1978-88. Selain menata kesenian dan kebudayaan Bali, Gubernur Ida Bagus Mantra juga mendirikan Parisada Hindu Dharma Indonesia.
“Parisada beliau bangun yang tonggak sejarah majelis umat Hindu. Beliau juga membuat buku agama, membangun sekolah keagamaan. Dinas Keagamaan beliau turun langsung. Beliau jadi tempatnya umat menulis buku dan diskusi. Beliau itu bukan gubernur pariwisata tapi gubernur kebudayaan," tandasnya.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.