BERBAGAI cobaan harus dialami republik ini semenjak masih lahir, 17 Agustus 1945. Baik diusik kedatangan sekutu, hingga rongrongan Belanda, di mana mereka merasa bahwa Indonesia masih merupakan bagian dari negeri mereka yang bernama Nederlands-Indië atau Hindia Belanda.
Negeri kita yang dulu jadi koloni mereka, sempat lepas kala menyerah pada Jepang lewat Perjanjian Kalijati pada 8 Maret 1942. Tapi sejak Jepang jadi pihak yang kalah pada Perang Dunia II di Front Pasifik, Belanda meminta “hak” mereka lagi untuk kembali ke nusantara.
Tapi ketika datang bersama sekutu, Belanda harus melihat koloni mereka ternyata sudah menggelar proklamasi. Sesuatu yang tentunya enggan mereka akui. Singkat kata, meletuslah revolusi fisik 1945-1949.
Dalam kurun waktu empat tahun itu, pecah Agresi I dan II serta beragam perjanjian. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun turun tangan. Aksi agresi Belanda banyak dikecam dunia internasional dan itu memaksa mereka mau duduk bersama dengan delegasi Indonesia di Den Haag.